Dear Me: Catatan Kecil Untuk Diriku

Dear Lulun,

Hari ini kamu kembali mengulang hari di mana Mama berjuang untuk melahirkanmu ke bumi ini. Hari di mana lagi-lagi Mama dan Papa harus kembali menerima kenyataan bahwa anak keempat mereka juga perempuan. Hari ketika Mama memikirkan nama apa yang cocok untukmu agar kamu menjadi anak perempuan terakhir yang dia miliki. Akhirnya, Akhirah Khairunnisa menjadi pilihan. Artinya adalah anak perempuan terakhir yang sebaik-baik perempuan. Doa yang diselipkan di namamu itu ternyata terjawab, delapan tahun kemudian kamu memiliki adik laki-laki.

Lulun, masih teringat jelas di benakku saat kamu menangis setiap malam yang dingin di sebuah tempat yang disebut penjara suci. Di usia dua belas tahun kamu sudah berani untuk merantau jauh, terpisah jarak 931 km dari rumah. Bahkan hingga saat ini terkadang aku masih tidak menyangka dulu kamu senekat dan seberani itu. Perjalanan dua belas tahun hidup di pesantren memberi transformasi yang sangat signifikan pada dirimu. Lulun yang pemalu, bahkan ke tetangga saja takut, ketika di pesantren berani mewakili sekolah untuk mengikuti berbagai macam kompetisi. Lulun yang sangat dimanja, bisa berubah menjadi sangat mandiri. Hingga jiwa ambisius, mandiri dan kompetitif itu terus terbentuk hingga kamu kuliah.

Dear me, tapi saat ini, apakah kamu merasa ada yang berbeda pada dirimu? Kamu tidak seperti Lulun yang dulu. Entah ini sebuah transformasi baik atau buruk. Saat ini kamu menjadi lebih realistis, lebih memilih berada di belakang layar. Ambisimu tidak sekuat dulu, meski letupan-letupan ambisi di dada kadang masih terasa kuat. Saat ini kamu tidak lagi berlari kencang, tidak lagi berusaha berlari di barisan terdepan di antara teman-teman sebayamu. Kau lebih memilih berjalan pelan dan sesekali berhenti ketika lelah. Sambil melihat banyak orang yang sudah jauh melewatimu. Antara sedih dan bangga bahwa kamu bisa bertansformasi menjadi seseorang yang lebih memilih berjalan perlahan dan tidak tergesa-gesa.

Lulun, tidak ada yang salah dengan pilihanmu, percayalah akan ada banyak pendapat di luar sana, tapi kamu hanya manusia biasa yang tidak bisa membuat semua orang bahagia dengan memenuhi tuntutan-tuntutan serta pandangan-pandangan yang menurut mereka benar. Pilihlah dirimu, berbahagialah, suatu saat semesta akan memelukmu dan berpihak padamu.

Gowa, 27 Mei 2017

Advertisements

2 thoughts on “Dear Me: Catatan Kecil Untuk Diriku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s